Minggu, 16 November 2008

kawat gigi

beuh....

banyak persepsi tentang penggunaan kawat gigi neh, ada yang bilang bisa jadi bagus kalo pake itu giginya, ada yg bilang buat ngurusin badan (buset sayang banget meninggalkan makanan-makanan enak, ada yang bilang buat gaya (euh, gaya darimana, dari hongkong???????)...

kawat gigi itu saaaaaaaaakiiiiiiiit.......... saaaaaaaaaakiiiiiiiiiit banget......
jangan bilang buat ngurusin badan (ga banget deh lo bakal tersiksa liat orang makan enak tapi lo ga bisa makannya), buat gaya?????????? (what the hell... gaya dari hongkong, ada besi2 di gigi lo di bilang gaya? cuma karena karetnya berwarna........ euh..... please donk!!!)
kalo buat ngerapihin gigi seh gua setuju, dan ini bener banget, selain itu memperindah rahang muka....

persiapan buat yang mau pasang kawat gigi, ga ada seh, cuma sebelum pasang, sikat gigi sampe bersih aja, kalo perlu kumur2 pake lysterin....
terus persiapkan muka dan mulut, karena bakalan mangap lama
setelah pemasangan sih ga berasa sakit, cuma setelahnya baru berasa, kira2 3 jam kemudian deh.. perasaan kaya di tarik2 gitu giginya...

setelah itu, kalo susah mingkem ga usah dipaksain deh, daripada bibirnya sakit....
so pikir2 deh kalo mau pasang kawat gigi buat yg pengen bagus seh ok2 aja demi hasilnya yang bagus juga... cuma kalo cuma buat gaya, mending uang nya di sumbangin buat fakir miskin...
bakalan lebih cakep di surga nantinya dari pada di dunia....

Selasa, 04 November 2008

being independent

Kemandirian, banyak orang menuntut kemandirian pada sesosok individu ketika ia menginjak dewasa. Namun pernakah kita menyadari kemandirian harus ada pada setiap sosok individu manusia sejak ia lahir. Bagaimana jika kedua orang tuanya pergi meninggalkannya, dengan kesengajaan maupun tanpa kesengajaan. Kemandirian untuk tetap bertahan hidup ketika tidak ada kasih sayang yang ia dapatkan dari dua sosok manusia yang mempunyai kewajiban tersebut. Kemandirian untuk tetap menjadi sosok yang tegar di masa yang akan datang. Kemandirian untuk ia menjalani hidup walau tanpa dua sosok yang bertanggung jawab menyokongnya dengan kasih sayang dan doa.

Kenapa mereka menyalahkan anak-anak yang telah terbentuk sejak ia bayi??? Mengapa mereka menyalahkan anak-anak yang berbuat di luar batas yang seharusnya ia dapat mengerti batasan tersebut dengan bimbingan kedua sosok yang bertanggung jawab akannya.

Pernahkah kamu berpikir, betapa beruntungnya setiap orang yang masih dan pernah memiliki kedua sosok yang bertanggung jawab tersebut. Pernahkah kamu membayangkan apa yang akan terjadi denganmu tanpa kedua sosok yang bertanggung jawab tersebut? Atau pernakah kamu berpikir, akan jadi sisi putih atau hitamkah jika kamu ada di posisi seperti mereka? Pernahkah menyadari bahwa ada banyak orang yang seperti itu ada disekitarmu?

Mereka akan terbentuk menjadi dua sisi, putih dan hitam. Bagi mereka yang memilih putih, mereka menganggap bahwa mereka harus tetap menjadi orang yang di akui keberadaannya meskipun tanpa dua sosok yang bertanggung jawab tersebut, menawarkan kasih sayang dan kenyamanan. Mereka yang memilih sisi putih menganggap hidup bukan untuk disesali tapi untuk diresapi, bahwa bumi akan tetap berputar meski dengan atau tanpa kedua sosok yang bertanggung jawab tersebut. Mereka yang memilih sisi putih, menganggap hidup terlalu singkat untuk dilalui dengan hal yang kurang berguna, karena mereka menganggap kedua sosok yang bertanggung jawab tersebut tidak pantas ia kecewakan dan tidak ingin mengulangi kesalahan yang dilakukan oleh kedua sosok yang bertanggung jawab tersebut.

Sedangkan bagi mereka yang memiliki sisi hitam, melakukan hal yang di luar batas merupakan bentuk protes bagi mereka untuk menyalahkan kedua sosok yang bertanggung jawab tersebut. Mereka yang memilih sisi hitam menganggap hidup adalah suatu kesengsaraan yang tidak mengenakkan. Mereka yang memilih sisi hitam menganggap setiap hal buruk yang mereka lakukan tidak akan ada yang memperhatikan, maupun mempermalukan kedua sosok yang bertanggung jawab tersebut.

Untuk anda kedua sosok yang bertanggung jawab, pernahkah anda berpikir akan jadi apa kewajiban anda jika anda meninggalkan ataupun menyia-nyiakannya? Sisi putih atau hitam? Dan bagi anda sang kewajiban, pernahkah anda berpikir jika anda menyia-nyiakan kedua sosok yang bertanggung jawab yang telah memberikan anda kasih sayang tiba-tiba menghilang? Akan menjadi sisi putih atau hitamkah anda?

Untuk anda sang dua sosok yang bertanggung jawab, katakan pada anak anda, anda tidak akan menyia-nyiakan anak anda sampai kapanpun juga. Karena sudah cukup banyak sisi hitam yang akan dipilih anak jika ia di sia-siakan kedua orang tuanya.
Untuk anda sang kewajiban, katakan pada kedua orang tua anda, anda tidak akan menyia-nyiakan kasih sayang yang telah diberikan, dan tidak akan menyia-nyiakan orang tua anda. Karena anda tak pernah tau, kapan kedua orang tua anda akan meninggalkan anda. Ketika anda lahir atau ketika anda sedang menikmati kasih sayang yang sedang mereka berikan. Apakah anda akan menyia-nyiakan hidup anda dengan memilih sisi hitam? Atau mensyukuri hidup anda dengan memilih sisi putih?